Loading...
Kabupaten Sidoarjo
031 8855423

Berita

Dari Anak Buruh Bangunan ke Golden Ticket ITS : Kisah Inspiratif Mirza, Siswa Smamuga yang Tak Takut Gagal

04 Apr 2026

SMAM3SDA.SCH.ID – Jalan menuju sukses tak selalu mulus. Namun bagi Mirza Gulam Ahmad, siswa kelas XII A1 SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) Sidoarjo, setiap proses yang dilalui justru menjadi pijakan kuat untuk meraih mimpi.

 

Pemuda kelahiran Sidoarjo, 20 Juli 2007 ini menjadi satu-satunya siswa Smamuga yang berhasil meraih tiket emas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui jalur SNBP 2026 pada program studi S1 ​​Biologi. Seorang lulusan yang tidak hanya mengagumi sekolah, tetapi juga mengharukan, mengingat latar belakang keluarga yang sederhana.

 

Mirza merupakan putra kedua dari pasangan M. Ali Fikri, seorang buruh bangunan, dan Mudjiah, ibu rumah tangga. Tinggal di Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, ia tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan arti kerja keras, doa, dan ketekunan.

“Tentunya saya bersyukur dan bangga atas apa yang Allah berikan,” ungkap Mirza saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (3/4/2026).

Menembus Batas dengan Konsistensi

Keberhasilan Mirza tidak datang secara instan. Selain dikenal sebagai siswa eligibel, ia juga aktif sebagai Ketua Umum IPM Smamuga periode 2024–2025. Perannya di organisasi justru menjadi nilai tambah dalam proses seleksi golden ticket.

 

Ia menuturkan, salah satu kunci keberhasilannya adalah pada esai yang ia susun, berisi gagasan dan invasi selama memimpin organisasi.

“Persiapannya adalah menyiapkan dokumen dan membuat esai tentang apa yang saya lakukan selama satu periode,” jelasnya.

 

Ketertarikannya pada dunia biologi, khususnya fisiologi botani, menjadi alasan kuat memilih program studi tersebut. Ia pun mantap melangkah, dengan harapan kelak bisa berkarier sebagai praktisi industri atau akademisi.

 

Smamuga, Rumah Tumbuh yang Menguatkan

 

Bagi Mirza, tiga tahun belajar di Smamuga bukan sekadar perjalanan akademis, tetapi juga proses pembentukan karakter.

“Hal yang paling berkesan adalah bertemu guru dan teman-teman yang positif serta lingkungan yang mendukung,” tuturnya.

 

Ia juga mengakui bahwa sistem pembelajaran di Smamuga mampu menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat.

“Lingkungan akademik di sekolah sangat relevan dan membentuk saya menjadi lebih siap,” tambahnya.

 

Keberhasilan ini pun tak lepas dari peran para guru. Mirza secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah, Hartatik S.Pd, semua guru mata pelajaran dan guru BK yang telah mendampingi prosesnya.

 

Konsistensi yang Sejak Awal

Rekan sebayanya, Sayyid Muqorrobin, siswa kelas XII C yang juga lolos SNBP 2026, menyebut keberhasilan Mirza bukanlah kejutan.

“Dari dulu Mirza sudah terlihat serius dan konsisten. Ia bisa membagi waktu antara organisasi dan belajar dengan sangat baik,” ujarnya.

 

Menurut Sayyid, hal yang patut ditiru bukan hanya hasil akhir, tetapi proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan tanggung jawab.

Ia sendiri menekankan pentingnya menjaga konsistensi belajar sejak awal, aktif dalam kegiatan, serta tidak melupakan doa.

“Perbaiki sholat dan sering minta doa kepada Allah, itu yang paling penting,” pesannya.

 

Guru : Prestasi yang Sudah Sepantasnya

 

Wali kelas XII A1, Rani Widjayanti, S.Pd, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya tersebut.

“Mirza itu anak yang penuh semangat, aktif, mudah bergaul, bertanggung jawab, dan rajin beribadah. Jadi keberhasilan ini memang sudah pantas untuknya,” ungkapnya.

 

Ia pun berpesan agar Mirza tetap rendah hati dan menjaga integritas saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Jadikan ini langkah awal menuju masa depan cerah dan tetap bawa nama baik almamater,” pesannya.

 

Gagal adalah Bagian dari Sukses

Di balik prestasinya, Mirza menyimpan pesan mendalam bagi teman-temannya yang belum berhasil lolos SNBP.

“Kita perlu banyak mencoba dan banyak gagal untuk menghabiskan jatah gagal kita. Ketika jatah gagal habis, yang datang adalah keberhasilan,” ujarnya penuh makna.

Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa.

“Doakan usahamu dan usahakan doamu. Jangan lupa ridho Allah, orang tua, dan guru,” tambahnya.

 

Harapan untuk Smamuga

 

Sebagai siswa, Mirza juga memberikan kontribusinya bagi kemajuan sekolah. Ia berharap Smamuga terus menghadirkan inovasi, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial, serta menjaga lingkungan akademik yang kompetitif.

 

Kisah Mirza menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan konsistensi, doa, dan dukungan lingkungan yang positif, mimpi besar dapat terwujud.

Dari sudut kecil di Sidoarjo, langkah besar itu kini dimulai—menuju masa depan yang lebih luas. (*)

 

Penulis : Zulkifli


Leave a Reply