Loading...
Kabupaten Sidoarjo
031 8855423

Berita

Siswa Smamuga Ikuti Kuliah Umum Anies Baswedan, Dalami Kepemimpinan Transformasional

27 Apr 2026

SMAM3SDA.SCH.ID – Sekitar 25 siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan bersama guru pendamping mengikuti kuliah umum yang disampaikan oleh Anies Rasyid Baswedan dengan tema “Kepemimpinan Transformasional dan Masa Depan Indonesia”. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, GKB 2 Lantai 5 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jumat (24/4/2026), dan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Prof. Anis Baswedan, Ph.D sedang adakan tanya jawab dengan mahasiswa dan para helajar seputar tema pemimpin (Zulkifli)

Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 itu merupakan undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Umsida sebagai bagian dari upaya menghadirkan wawasan kepemimpinan bagi generasi muda. Dalam orasinya, Anies membuka dengan motivasi kepada peserta untuk memaksimalkan masa muda, khususnya masa perkuliahan.
“Saya titip pesan, masa kuliah tidak bisa diulang. Ini masa pengembangan diri. Jadilah mahasiswa yang sibuk, aktif di dalam dan di luar kelas,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi auditorium.

Ia menegaskan, kesibukan mahasiswa dalam kegiatan positif akan menjadi bekal penting untuk masa depan. Menurutnya, memilih hadir dalam forum ilmiah seperti kuliah umum adalah bentuk keputusan yang tepat dibanding menghabiskan waktu tanpa arah.
“Anda punya pilihan untuk santai, tapi Anda memilih hadir di sini. Itu artinya Anda memilih kesibukan yang bernilai,”tambahnya.

Dalam sesi interaktif, Anies mengajak mahasiswa dan pelajar untuk mendefinisikan makna kepemimpinan. Sejumlah peserta menyampaikan pandangannya, mulai dari kemampuan memotivasi hingga mempengaruhi orang lain. Menanggapi hal itu, Anies menegaskan esensi mendasar dari seorang pemimpin.
“Pemimpin itu sederhana. Syaratnya satu, punya pengikut. Kalau tidak ada yang mengikuti secara sukarela, maka bukan pemimpin,”tegasnya.


Ia kemudian menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan. Menurutnya, banyak pejabat yang tidak memiliki kepemimpinan, dan sebaliknya, banyak pemimpin yang tidak memiliki jabatan formal.
“Pejabat itu pemegang kewenangan, tapi pemimpin adalah yang diikuti gagasan, ucapan, dan tindakannya. Jangan sampai kita mengejar jabatan, tapi melupakan kepemimpinan,”ujarnya.

Lebih lanjut, Anies memaparkan perbedaan antara kepemimpinan transformatif dan transaksional. Kepemimpinan transformatif, kata dia, adalah kepemimpinan yang mampu menginspirasi, menggerakkan, dan menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Kepemimpinan transformatif adalah ketika kata-kata dan tindakan kita mampu menggerakkan orang lain untuk berubah menjadi lebih baik,”jelasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak pada glorifikasi kepemimpinan yang hanya berpusat pada satu figur. Menurutnya, kepemimpinan sejati lahir dari hubungan antara pemimpin dan pengikut yang terbangun secara sukarela.

Mengakhiri orasinya, Anies berpesan kepada para pelajar dan mahasiswa untuk mulai menumbuhkan kepemimpinan sejak dini, bukan sekadar mengejar posisi atau jabatan.
“Bangun kepemimpinan sejak sekarang. Karena yang membuat Anda diakui bukan jabatan, tapi kualitas diri dan keteladanan,”pungkasnya.

Keikutsertaan siswa Smamuga dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berkarakter, sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Editor : Tim Jurnalis SMAM3SCH.ID


Leave a Reply