SMAM3SDA.SCH.ID – Tiga siswa dari SMA Muhammadiyah 3 (SMAMUGA) Tulangan Sidoarjo mendapat kesempatan istimewa untuk mengabdi kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Mereka dipercaya menjadi imam shalat Tarawih dan juga menyampaikan ceramah Ramadhan di Masjid Al-Jihad, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jiken, pada hari Minggu (1/3/2026) dan Selasa (3/3/2026). Ketiga siswa tersebut adalah Hafidz Kemal Alauddin (kelas XI-C MBS) dan M. Kevin Pratama Wahab (kelas XII-C MBS) yang bertugas sebagai imam salat Tarawih dan Witir, serta Aqila Hafidz AlFarisi (kelas X-4 MBS) yang menyampaikan ceramah kuliah Ramadan di hadapan jamaah.
M.Kevin Pratama wahab (XII-C/MBS) dan Aqila Hafidz AlFarisi (Kelas X.4/MBS) usai shalat tarawih berfoto bersama PRM Jiken (Zulkifli)
Penampilan para siswa program Muhammadiyah Boarding School (MBS) Smamuga Tulangan itu mendapat apresiasi dari jamaah yang hadir. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, yang dilantunkan dengan suara merdu dan tartil, membuat suasana shalat Tarawih terasa lebih khidmat.
Ketua Takmir Masjid Al-Jihad Jiken, Ngatari, mengaku kagum sekaligus bangga melihat kemampuan para siswa Smamuga Tulangan yang tampil di tengah masyarakat. “Ini merupakan sarana belajar dan pengalaman yang sangat baik bagi para siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh di pondok maupun di sekolah. Program seperti ini sangat bagus karena tidak hanya membentuk siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berperan dan bersosialisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mantan tokoh Pemuda Muhammadiyah itu juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan agar generasi muda Muhammadiyah semakin percaya diri dalam berdakwah. Dan yang lebih terpenting sebagai regenerasi dari Muhammadiyah itu sendiri.
Mengundang Amal Meski Sederhana
Dalam ceramah Ramadannya, Hafidz Kemal Alauddin mengangkat tema "Keutamaan Sedekah Ringan di Bulan Ramadan : Sekalipun Hanya Segelas Air."
Ia menjelaskan bahwa sedekah tidak selalu harus dalam jumlah besar. Menurutnya, Allah SWT menilai keikhlasan dan niat dari setiap amal yang dilakukan. “Sedekah sekecil apa pun, seperti memberikan segelas air putih atau sebutir kurma untuk orang yang berbuka puasa, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah,” ujarnya.
Ia juga mengutip sebuah hadits dari Nabi Muhammad SAW. yang menyatakan bahwa sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar. Selain pahalanya dilipatgandakan, orang yang memberi makan atau minum kepada orang yang berbuka puasa juga akan menerima pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Kemal juga menambahkan bahwa sedekah air termasuk sedekah yang sangat dianjurkan. Selain memberikan manfaat langsung bagi orang lain, sedekah air juga dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. “Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan, meskipun hanya dengan hal sederhana,” ajaknya.
Hafidz Kemal Alaudin berfoto usai shalat tarawih bersama PRM Jiken (Zulkifli)
Pentingnya Meluruskan Niat
Sementara itu, Aqila Hafidz AlFarisi dalam ceramahnya mengangkat tema “Keutamaan Niat dalam Ibadah. ”Ia menegaskan bahwa niat merupakan faktor penting dalam menentukan sah dan diterimanya suatu amal ibadah.
Dia mengutip sabda Nabi Muhammad (saw):
"Sesungguhnya amal perbuatan bergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya." (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Menurutnya, puasa yang dilakukan tanpa niat ikhlas hanya akan menjadi aktivitas menahan lapar dan dahaga semata tanpa nilai ibadah.
Hafiz juga menjelaskan bahwa niat yang benar adalah beribadah semata-mata karena Allah SWT serta mengharap ridha-Nya. Dengan niat yang tulus, seorang muslim akan lebih mudah menjaga konsistensi ibadah selama Ramadan.
Dia juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Bayyinah ayat 5 yang menekankan bahwa manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.
Di akhir ceramahnya, Hafiz mengajak jamaah untuk meluruskan niat mereka dalam melaksanakan ritual puasa Ramadan.
“Marilah kita meluruskan niat dalam berpuasa semata-mata karena Allah Ta’ala dan mengharap ridha-Nya, bukan karena tujuan duniawi seperti diet atau sekadar menahan lapar dan haus,” pungkas siswa asal Tanjekwagir, Krembung, Sidoarjo tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMA Muhammadiyah 3 Tulangan dalam membina karakter religius serta melatih keberanian siswa dalam berdakwah dan berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan yang penuh berkah. (*)
Penulis : Zulkifli
Leave a Reply