SMAM3SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Muhammadiyah 3 Tulangan. Salah satu kelas, XI A1, berhasil meraih juara dalam lomba fashion show kostum daur ulang dengan mengusung tema pakaian adat Minangkabau, Sumatera Barat.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Di balik penampilan yang memukau, terdapat proses panjang, kerja sama tim, serta kreativitas tinggi dari seluruh anggota kelas.
Untuk menggali lebih dalam kisah di balik kemenangan tersebut, tim redaksi melakukan wawancara dengan perwakilan kelas XI A1, Salsabila Aulia Rahman, Rabu (22/4/2026).

Salsabila mengungkapkan bahwa pemilihan kostum adat Minangkabau dilandasi oleh keunikan dan kekayaan nilai budaya yang dimilikinya.
“Pakaian adat Minangkabau sangat khas dan mudah dikenali, terutama hiasan kepala suntiang yang unik serta filosofi yang terkandung di dalamnya,”ujarnya.
Ia menambahkan, ide tersebut merupakan hasil musyawarah seluruh anggota kelas yang terinspirasi dari salah satu teman mereka yang berasal dari Padang.
Dalam proses persiapan, seluruh siswa XI A1 terlibat aktif. Mereka bersama-sama menentukan konsep, menyiapkan bahan, hingga membuat kostum dari bahan daur ulang.
“Persiapan kami lakukan dengan penuh semangat. Selain membuat kostum, kami juga berlatih catwalk agar tampil percaya diri. Menjelang hari H, kami melakukan gladi bersih supaya hasilnya maksimal,”jelasnya.
Menariknya, Salsabila yang tampil sebagai model utama juga mempersiapkan diri secara khusus. Ia mengaku mempelajari materi terkait emansipasi perempuan sebagai bekal menjawab pertanyaan dewan juri.
“Sebelum tampil, saya bersama dua teman berdoa agar diberikan kelancaran. Sehari sebelumnya, saya juga belajar tentang emansipasi wanita di era modern, sehingga bisa menjawab pertanyaan juri dengan lancar,”tuturnya.
Atas capaian tersebut, Salsabila menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung.
“Terima kasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi dalam pembuatan gaun, guru-guru yang selalu memberikan dukungan dan kepercayaan diri, dewan juri atas apresiasinya, serta panitia yang membantu saat penampilan berlangsung,”ungkapnya.
Sementara itu, wali kelas XI A1, Eka Andriyani, S.Pd., turut mengapresiasi kerja keras para siswanya. Ia menuturkan bahwa hampir seluruh siswa terlibat aktif dalam proses persiapan.
“Persiapan yang dilakukan anak-anak sangat luar biasa. Mulai dari menyusun konsep, belanja bahan, hingga proses pembuatan kostum. Mereka bekerja siang hingga malam, bahkan saat akhir pekan tetap melanjutkan di rumah teman-temannya,”jelasnya.
Ia pun berharap kekompakan dan semangat tersebut dapat terus dipertahankan.
“Pesan saya, tetap kompak dan semoga di event selanjutnya bisa kembali meraih prestasi terbaik,”pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan edukasi. (*)
Editor : Jurnalis Website Smamuga
Leave a Reply