Loading...
Kabupaten Sidoarjo
031 8855423

Berita

Smamuga Tulangan Semarakkan Hardiknas 2026, Dorong Pendidikan Berkualitas

04 May 2026

SMAM3SDA.SCH.ID — Suasana pagi yang cerah mengiringi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan, Sidoarjo, Senin (4/5/2026). Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB itu berlangsung khidmat, tertib, sekaligus sarat makna.

Berbeda dari upacara Senin biasanya, momentum Hardiknas kali ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh warga sekolah untuk kembali meneguhkan hakikat pendidikan sebagai jalan memanusiakan manusia, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membangun peradaban yang unggul dan bermartabat.

Bertindak sebagai petugas upacara adalah siswa kelas XI A1, yang menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti jalannya upacara dengan penuh semangat.

Pembina Upacara senin pagi, Kepala Smamuga Hartatik S. Pd membacakan pidato Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti dalam Hardiknas 2 Mei 2026 (Zulkifli/SMAM3SCH.ID)

Pada kesempatan itu, Kepala Smamuga Tulangan Hartatik S.Pd selaku pembina upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Abdul Mu’ti dalam rangka Hardiknas 2026 yang mengusung tema: “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi, meneguhkan komitmen, sekaligus menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih, dan sayang untuk memanusiakan manusia,” demikian penggalan amanat Mendikdasmen yang dibacakan Hartatik di hadapan seluruh peserta upacara.

Pendidikan, lanjutnya, merupakan proses menemukan sekaligus menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah, serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, inti pendidikan sejatinya adalah memuliakan manusia, bukan semata transfer ilmu pengetahuan.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, yang meletakkan dasar pendidikan melalui sistem among : asah (memberi ilmu), asih (memberi kasih sayang), dan asuh (mendampingi serta membina).

Nilai-nilai itu, menurut Hartatik, masih sangat relevan di tengah tantangan zaman. Pendidikan harus tetap menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan merupakan ikhtiar besar bangsa dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas nasional. Pendekatan ini diarahkan agar pembelajaran tidak berhenti pada hafalan, melainkan mendorong peserta didik berpikir kritis, memahami secara utuh, dan mampu mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan nyata.

Guna mendukung implementasinya, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis pendidikan nasional. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, agar proses belajar berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dengan sarana yang memadai.

Kedua, peningkatan kualitas, kompetensi, kualifikasi, dan kesejahteraan guru. Sebab guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan sebagai teladan, agen pembelajaran, sekaligus agen peradaban.

Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah, sesuai arahan Presiden melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh murid.

Siswa siswi Smamuga mengikuti Upacara bendera Senin pagi sekaligus memperingati Hardiknas 2026 dengan penuh semangat (Zulkifli/SMAM3SCH.ID)

Selain itu, sekolah juga harus menjadi ruang yang inklusif, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi mutu pendidikan.

Kelima, perluasan akses pendidikan melalui layanan yang mudah, murah, fleksibel, dan berkeadilan, termasuk penguatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui sekolah inklusi, sekolah luar biasa, serta pendidikan inklusif berbasis masyarakat.

Di akhir amanat, Mendikdasmen mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi mewujudkan pendidikan bermutu yang dapat diakses semua kalangan. “Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutup Hartatik saat membacakan amanat tersebut.

Peringatan Hardiknas di Smamuga Tulangan pun bukan hanya menjadi agenda seremonial, melainkan momentum menyalakan kembali semangat bahwa pendidikan adalah cahaya peradaban, dan sekolah adalah tempat lahirnya generasi masa depan yang akan menentukan wajah Indonesia. (*)

 

Editor : Jurnalis Smam3sch.id


Leave a Reply