Loading...
Kabupaten Sidoarjo
031 8855423

Berita

Ramadhan sebagai Madrasah Kejujuran, Ahmad Al Al Farisi Ajak Jamaah Menjadi Pribadi yang Jujur

10 Mar 2026

SMAM3SDA.SCH.ID – Suasana kajian Qiyamu Ramadhan di Masjid An-Nur PDM Sidoarjo pada Rabu malam (4/3/2026) berlangsung khidmat. Jamaah yang hadir tampak antusias menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Al Farizi S.Pd.I., M.Pd.

Dalam kajian yang mengangkat tema “Ramadhan sebagai Madrasah Kejujuran”, Al Farisi sapaan akrab Ustadz Muda yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Muhammadiyah 3 Tulangan itu mengajak jamaah untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbaiki diri, khususnya dalam menumbuhkan sikap jujur.

Mengawali tausiyahnya, Al Farisi mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang Allah berikan.

“Baik itu nikmat sehat, nikmat kesempatan, dan yang paling utama adalah nikmatul iman wal hidayah. Dengan nikmat itu kita masih diberi kesempatan menjalankan salat Isya berjemaah dan melanjutkan dengan qiyamur Ramadhan pada malam ini,” ujarnya.

Ia berharap bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan keistikamahan dalam beribadah.

“Mudah-mudahan di bulan yang penuh rahmat ini Allah memberi kita kekuatan untuk terus istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya,” tambahnya.

Ramadhan adalah Hadiah dari Allah

Dalam kajian tersebut, Al Farisi juga mengingatkan jamaah tentang pesan Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 16 yang mengajak orang-orang beriman untuk melembutkan hati dengan mengingat Allah.

Menurutnya, Ramadhan merupakan hadiah istimewa yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

“Usia umat Nabi Muhammad rata-rata antara 60 hingga 70 tahun. Maka Allah menghadiahkan Ramadhan dengan berbagai keutamaan, termasuk malam Lailatul Qadar. Sangat disayangkan jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Ia pun mengajak jamaah untuk menggunakan kesempatan Ramadhan sebagai sarana memperbanyak amal kebaikan.

“Mumpung Allah masih memberikan kita umur dan kesempatan bertemu Ramadhan, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya. Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya,” jelasnya.

Kejujuran Mengantarkan pada Surga

Dalam pemaparannya, Al Farisi menegaskan bahwa salah satu amal mulia yang harus dilatih selama Ramadhan adalah kejujuran.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa kejujuran akan menuntun seseorang pada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga.

“Rasulullah mengajarkan agar kita selalu berkata jujur. Karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun menuju surga. Sebaliknya, dusta akan membawa kepada keburukan dan akhirnya menyeret seseorang ke dalam neraka,” ungkapnya.

Menurut Al Farisi, nilai kejujuran harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan diselingi humor berbahasa Jawa, ia memberikan contoh sederhana tentang pentingnya kejujuran dalam rumah tangga, yang membuat jamaah tersenyum namun tetap merenung.

Kisah Kejujuran Penggembala Domba

Untuk memperkuat pesan tentang pentingnya kejujuran, Al Farisi juga menyampaikan kisah teladan dari masa Khalifah Umar bin Khattab.

Diceritakan bahwa suatu hari Umar bertemu seorang penggembala domba. Ia kemudian menguji kejujuran pemuda tersebut dengan meminta membeli salah satu dombanya.

Namun pemuda itu menolak karena domba tersebut bukan miliknya, melainkan milik majikannya.

Ketika Umar menyarankan agar ia menjualnya saja karena majikannya tidak akan tahu jika satu ekor hilang, pemuda itu menjawab dengan kalimat yang sangat menyentuh:

“Fa ainallah? Lalu di mana Allah?”

Jawaban itu membuat Umar bin Khattab terdiam dan meneteskan air mata. Ia kemudian mencari majikan pemuda tersebut dan memerdekakannya sebagai bentuk penghargaan atas kejujurannya.

“Kisah ini menunjukkan bahwa kejujuran akan mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah,” jelas Al Farisi.

Ramadhan sebagai Latihan Integritas

Di akhir kajiannya, Al Farisi menegaskan bahwa Ramadhan sejatinya adalah madrasah kejujuran bagi setiap Muslim.

Menurutnya, jika nilai-nilai kejujuran benar-benar diterapkan dalam kehidupan, maka bukan hanya individu yang akan menjadi baik, tetapi juga masyarakat dan bangsa akan merasakan keberkahan.

“Jika kejujuran menjadi budaya, maka akan lahir masyarakat yang adil dan makmur. Namun jika kecurangan dan kebohongan merajalela, keberkahan akan menjauh dari sebuah negeri,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum melatih diri agar selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan.

“Mari kita latih diri menjadi pribadi yang jujur. Jujur dalam ucapan, jujur dalam perbuatan, sehingga Allah meridhai dan mengangkat derajat kita di sisi-Nya,” pungkasnya.

Penulis : Zulkifli


Leave a Reply